Selasa, 01 Maret 2016

 Cerita Kapal Tua Beta

Jaya Indonesia
Sebagai anak pertiwi dari Sultra
Saya melihat indonesia seperti KAPAL TUA
Yang berlayar tak tau arah

Arahnya ada hanya nahkoda kita
Yang tidak bisa membaca

Mungkin dia bisa membaca
Tapi tertutup hasrat membabi buta

Indonesia memanglah seperti KAPAL TUA
Dengan penumpang berbagai rupa
Ada dari Sumatera, Jawa, Madura, Sumbawa, hingga Papua
Bersatu dalam NUSANTARA

Enam kali sudah kita ganti nahkoda
Tapi masih jauh dari kata sejahtera
Sejak diteriakkanya kata merdeka

Nahkoda pertama sang proklamator bersama Hatta
Membangun dengan semangat pancasila
Hingga terkenal dikalangan wanita

Nahkoda kedua 32 tahun berkuasa
Datang dengan program bernama pelita
Bapak pembangunan bagi mereka
Tapi tidak bagi orang Papua

Nahkoda ketiga sang wakil yang naik tahta
Mewarisi pecah belahnya masa orba
Belum sempat menjelajah samudera
Ia terhenti di tahun pertama
Dibanggakan di eropa
Dipermainkan di indonesia
Jerman dapat ilmunya
INDONESIA DAPAT APA...........?

Nahkoda keempat sang kiai dengan hati terbuka
Ia terhenti dalam sidang istimewa
Ketika tokoh-tokoh reformasi berebut istana

Nahkoda kelima nahkoda pertama seorang wanita
Dari tangan ibunya bendera pusaka tercipta
Kata ayahnya "berikan aku sepuluh pemuda"
Tapi apadaya
Itu diluar kemampuan ibu beranak tiga

Nahkoda keenam dua pemilu menghuni perolehan suara
Dua kali disumpah atas nama GARUDA
Tapi itu hanya awal cerita
Cerita banyaknya terpampang di banyak media LAPINDO, MUNIR, CENTURY, HAMBALAN kami menolak LUPA

Kini kita punya nahkoda baru
Salam dua jari akrabnya

Tapi pastikan dia yang mengerti BHINEKA TUNGGAL IKA
Bukan boneka milik AMERIKA

Dia yang mengerti suara kita
Suara kalau indonesia BISA

Inilah cerita KAPAL TUA kita
Dari seorang anak asal Sultra
Yang ingin indonesia yang lebih sejahtera

   

               Diadaptasi dan dikutip dari SUCI4
         
                            Syahrul Bachtiar

                                     SBR15